Dorong Percepatan Pembukaan Jalur Tawau – Sebatik, BPPD Nunukan Hadirkan Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri

oleh -52 Dilihat
oleh
banner 468x60

NUNUKAN – Pemerintah Indonesia akhirnya kembali mengusulkan pembukaan jalur internasional Sebatik–Tawau kepada Pemerintah Malaysia.

 

banner 336x280

Usulan strategis tersebut menjadi tindak lanjut atas langkah nyata sejumlah aspirasi masyarakat perbatasan kepada Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan usai melakukan sejumlah rapat khusus dengan camat, kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah Perbatasan yang turut mendapat atensi langsung dari Bupati Nunukan H Irwan Sabri.

 

Langkah ini kemudian diteruskan kepada Pemerintah Pusat yang kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan langsung Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr. Drs. Amran, M.T ke Kabupaten Nunukan.

 

Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang mengatakan, bahwa hubungan baik yang terjalin selama ini dengan Pemerintah Pusat khususnya dalam pengelolaan perbatasan mendapat respon cepat dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

 

“Alhamdulillah, setelah permintaan Bupati Nunukan H Irwan Sabri untuk segera menindaklanjuti persoalan masyarakat perbatasan khususnya terkait jalur pembukaan Sebatik – Tawau dan sejumlah isu strategis lainnya masyarakat perbatasan, kami langsung berkoordinasi dengan pak Direktur Wilayah Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri dan beliau langsung merespon aspirasi masyarakat perbatasan dengan berkunjung ke Nunukan untuk menyampaikan sejumlah informasi penting terkait perbatasan dan meninjau secara langsung sejumlah wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan,” ujar Robby Nahak Serang.

 

Terpisah, Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri, Amran, menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan telah mengajukan pembukaan jalur Tawau – Sebatik untuk dikaji lebih jauh oleh Pemerintah Malaysia.

 

“Tadi kami berdiskusi lama dengan Bupati Nunukan terkait hasil pertemuan Sosek Malindo. Pembukaan jalur Sebatik–Tawau sudah kembali kita usulkan untuk dikaji dan ditindaklanjuti,” kata Amran kepada pusaranmedia.com, Senin (8/12/2025).

 

Bupati Nunukan H Irwan Sabri saat berdiskusi dengan Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri Dr. Drs. Amran, M.T

 

Ia menuturkan, pembukaan jalur tersebut bukan hanya terkait konektivitas masyarakat di perbatasan, tetapi juga bagian dari pelaksanaan hasil keputusan bersama dalam Border Crossing Agreement (BCA) antara kedua negara. Menurutnya, salah satu poin penting adalah bahwa jalur tersebut dapat dibahas kembali setelah penyelesaian Outstanding Border Problem (OBP) pada segmen batas tertentu.

 

“OBP itu sudah selesai pada Februari 2025, sehingga secara prinsip pembahasan mengenai exit entry point Sebatik–Tawau dapat dilanjutkan,” ujarnya.

 

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Malaysia melalui delegasinya menyampaikan permintaan agar pembukaan jalur Sebatik–Tawau tidak dibahas secara terpisah. Malaysia menginginkan agar pembukaan jalur Serudong–Sei Manggaris ikut dimasukkan dalam paket pembahasan yang sama.

 

 

Amran menjelaskan bahwa Serudong–Sei Manggaris merupakan titik alternatif pintu lintas batas yang juga telah dibahas pada agenda sebelumnya. Di Malaysia, kawasan Serudong kini diproyeksikan sebagai frontier area yang terhubung langsung dengan wilayah Sei Manggaris di Kabupaten Nunukan.

 

“Malaysia mengusulkan agar pembukaan jalur Serudong–Sei Manggaris dibahas bersama dengan Sebatik–Tawau. Mereka meminta agar agenda ini dikaji bersamaan sebagai bentuk kesetaraan jalur lintas batas,” jelas Amran.

 

Usulan tersebut dinilai relevan mengingat keduanya merupakan titik strategis pergerakan barang, jasa, dan mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan. Pembukaan dua jalur sekaligus diperkirakan menciptakan keseimbangan akses ekonomi dan sosial bagi kedua negara.

 

Menurut Amran, Pemerintah Indonesia menyambut baik masukan tersebut sepanjang sesuai koridor teknis, regulasi, serta mekanisme bilateral yang berlaku.

 

“Kita tetap akan melakukan kajian bersama. Saat ini kita meminta waktu untuk melakukan kunjungan lapangan bersama. Malaysia juga menghendaki hal yang sama,” ucapnya.

 

Kunjungan bersama dimaksudkan untuk memastikan kesiapan titik lokasi exit entry point, mulai dari fasilitas penyeberangan, dukungan infrastruktur, pelayanan imigrasi dan kepabeanan, hingga pengawasan keamanan lintas batas.

 

Langkah pembukaan jalur Sebatik–Tawau dan Serudong–Sei Manggaris diharapkan menjadi terobosan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperpendek rantai distribusi barang, serta memperluas akses pelayanan publik di wilayah perbatasan.

 

“Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap proses tindak lanjut dapat berlangsung cepat sehingga manfaat pembukaan jalur lintas batas segera dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Robby. (Adm)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.