NUNUKAN – Aspirasi agar Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian (Rakorendal) Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan tingkat Nasional digelar di Desa Mansalong mencuat dalam Rapat Kerja Khusus BPPD Nunukan bersama para camat dan kepala desa se-Lumbis Raya yang berlangsung di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis.
Dalam forum tersebut, para camat dan kades meminta agar pelaksanaan Rakorendal Nasional dilakukan langsung di wilayah mereka. Usulan ini dinilai penting untuk menghadirkan para pemangku kebijakan pusat melihat secara langsung kondisi perbatasan, sehingga setiap program pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat dapat dirumuskan lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Robby Nahak Serang, menyambut baik aspirasi tersebut. Menurutnya, rencana itu selaras dengan program kerja BPPD Nunukan tahun 2026 yang digagas secara khusus bersama Bupati Nunukan H Irwan Sabri dalam menyelaraskan program Energi Baru untuk masyarakat perbatasan.
“Permintaan itu langsung kami amini. Karena dalam program kerja BPPD Nunukan 2026, salah satunya memang mengundang para pemangku kebijakan untuk melaksanakan Rakorendal tingkat Nasional di Kabupaten Nunukan seperti keinginan Bupati Nunukan diberbagai diskusi kami berdua, agar setiap daerah di wilayah perbatasan mendapat perhatian dan pendekatan yang serius sebagai wajah depan Indonesia dengan negara tetangga,” ujar Robby.

Robby menjelaskan bahwa selain rencana Rakorendal Nasional, Bupati Nunukan juga telah menyiapkan sejumlah program strategis yang bertujuan menjawab kebutuhan masyarakat perbatasan. Salah satunya adalah program industrialisasi dengan pendekatan hirilisasi karakter dan potensi desa.
Setiap desa akan dipetakan berdasarkan kesiapan dan potensi. Desa yang dianggap siap akan menjadi lokasi uji coba industri kecil berbasis komoditas lokal.
“Tahun depan akan hadir pabrik minyak goreng skala kecil dan pabrik pengolahan rumput laut. Bukan hanya menanam dan menjual, tetapi sudah memproduksi,” jelasnya.
Menurut Robby, pendekatan ini sekaligus bagian dari transformasi konsep pertahanan di wilayah perbatasan dan secara bertahap akan terus dikembangkan ke setiap wilayah perbatasan dengan melihat kemampuan anggaran daerah.
“Pertahanan bukan hanya soal TNI atau pos penjagaan. Pertahanan adalah ekonomi, kemandirian desa, dan keterlibatan masyarakat. Negara harus hadir memberdayakan masyarakat sesuai potensi yang ada,” tegasnya.
Ia memberikan ilustrasi sederhana mengenai konsep pertahanan berbasis ekonomi tersebut.
“Bagaimana kalau masyarakat yang menjaga batas diberi bibit durian atau nanas? Itu bentuk pertahanan yang memakmurkan,” kata Robby.
Untuk memulai program industrialisasi desa, BPPD Nunukan telah menyiapkan Rp1 miliar dari APBD. Dana ini digunakan untuk bermitra dengan Universitas Gadjah Mada dalam penelitian, pengkajian, hingga penerapan teknologi mesin produksi.
Robby menegaskan bahwa program ini tidak akan membebani Dana Desa dan akan dialokasikan dari APBD maupun APBN.
“Jangan ganggu dulu Dana Desa. Ke depan desa bisa membentuk konsorsium. Kami juga akan mencari dukungan dari kementerian-kementerian agar membantu lebih nyata,” tuturnya.
Ia menambahkan, jika 10–20 desa dari ratusan desa di Nunukan mampu memproduksi minyak goreng hingga 100 kilogram per hari, maka ekonomi masyarakat akan meningkat pesat. Kebun rakyat pun dapat mengolah hasil panennya sendiri tanpa bergantung pada perusahaan besar.
“Kami berharap ini menjadi uji coba yang didukung penuh. Anggaran sudah, kajian sudah, pendampingan juga siap. Tinggal kita wujudkan bersama,” harapnya.
Robby menambahkan, bahwa sejumlah program BPPD juga tengah dipersiapkan untuk memperkuat karakter SDM wilayah perbatasan dan event perbatasan, sehingga masyarakat perbatasan di Kabupaten Nunukan tidak merasa adanya ketimpangan dengan masyarakat di wilayah perbatasan lainnya diluar Kabupaten Nunukan.
“Dengan sisa pengabdian saya sebagai ASN, maka InsyaAllah kami selaku pembantu Bupati Nunukan akan berjuang semaksimal mungkin demi tercapainya keinginan beliau dalam mewujudkan perubahan di kawasan perbatasan,” pungkasnya. (Adm)















