BPPD Dorong UMKM Perbatasan Hidup dari Agenda Kunjungan Pejabat Pusat

oleh -47 Dilihat
oleh
banner 468x60

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) tengah mendorong konsep peningkatan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui pola penerimaan tamu Pemerintah Pusat yang berkunjung ke wilayah perbatasan. Kepala BPPD Nunukan Robby Nahak Serang menjelaskan bahwa gagasan tersebut menjadi buah pemikiran yang saat ini dikembangkan oleh Bupati Nunukan H Irwan Sabri.

 

banner 336x280

Menurut Robby, sudah saatnya setiap agenda kunjungan pejabat nasional meninggalkan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat perbatasan. Salah satu bentuknya, tamu pemerintah diarahkan tidak hanya menyantap hidangan di restoran besar, tetapi juga menikmati sajian kuliner khas yang disiapkan para pelaku UMKM lokal.

 

“Bapak Bupati memandang bahwa kunjungan pejabat pusat harus memberi manfaat nyata. Salah satunya melalui pengalaman makan yang langsung bersentuhan dengan pelaku usaha kecil, sehingga mereka pun merasakan dampaknya,” ujar Robby.

 

Dalam konsep yang mulai dirancang tersebut, kawasan sentra kuliner Jalan Lingkar menjadi salah satu titik prioritas untuk dipersiapkan sebagai destinasi jamuan tamu. Lokasi ini dianggap merepresentasikan aktivitas ekonomi masyarakat kecil yang perlu diberi ruang tumbuh sekaligus diperkenalkan sebagai identitas kuliner daerah.

 

“Kita ingin memberikan pengalaman tersendiri kepada tamu yang datang. Tidak selalu diarahkan ke restoran, tetapi diminta untuk menikmati kuliner lokal kita di sentra UMKM seperti di kawasan Jalan Lingkar,” jelas Robby.

 

Ia menuturkan bahwa apa yang kini dirancang Pemkab Nunukan meniru model yang telah berjalan di sejumlah daerah yang sukses menjadikan kuliner sebagai bagian dari pengalaman kunjungan. Ia mencontohkan Makassar dengan ikon Pantai Losari, yang selalu menjadi tujuan wajib setiap tamu sebelum kembali.

 

“Ketika tamu datang ke Makassar, rasanya tidak lengkap kalau tidak ke Pantai Losari. Di situ ada pisang eppe, sarabba, jagung bakar dan lainnya. Itu menjadi identitas daerah. Kita ingin membangun narasi yang seperti itu di Nunukan,” katanya.

 

Robby menegaskan bahwa upaya mendorong UMKM tidak berhenti pada aspek kunjungan saja. Pembinaan, pelatihan, penataan kawasan hingga peningkatan standar pelayanan akan menjadi langkah lanjutan agar UMKM benar-benar siap menyambut tamu daerah.

 

“Kita semua bertanggung jawab dalam membesarkan ekonomi kecil. Mulai dari kesiapan tempat, kebersihan, tata sajian, hingga pengawasan, semua itu nanti kita lakukan agar mereka dapat bersaing dan memberi kesan positif bagi setiap tamu yang datang,” tambahnya.

 

BPPD menilai bahwa strategi ini akan memberi efek berganda. Selain memperkenalkan karakter ekonomi perbatasan, konsep tersebut menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk naik kelas, sekaligus memberikan perputaran ekonomi yang lebih merata di wilayah Nunukan.

 

“Kami berharap konsep ini menjadi rute wajib ketika tamu pemerintah datang, sehingga pelaku UMKM kita bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi benar-benar menjadi pelaku utama dalam menyambut kunjungan dan merasakan manfaat ekonominya,” pungkasnya. (Adm)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.